Bag: 3 Bibir Isrina terlihat pucat, wajahnya berusaha menyimpan murka. Perempuan mana yang rela mendapati ada perempuan lain dalam pelukan suaminya. Isrina mundur ke belakang, tangannya seperti bergetar saat, berpegangan ke pintu gerbang. Matanya tajam menatapku, tak sepatah katapun yang keluar dari bibirnya. "Sayang, semua tidak seperti yang kau lihat," kataku tercekat, menyeret langkah agar lebih menjauh dari Anggita. "Isrina, kau melihatku berpelukan dengan suamimu?" tanya Anggita tidak tahu malu. Anggita terlihat sangat senang melihat gurat kecewa dan cemburu di mata Isrina. Perempuan ini penuh racun. " Isrina, aku mohon padamu, beri aku kesempatan untuk kembali dalam hidup Sagara, aku sangat mencintainya." Anggita mendekat, berusaha meraih tangan Isrina. " Dulu aku

