Air Mata Mama Indah Diah Sitoresmi, nama lengkap Mamanya Sagara menatap gundukan hantaran seserahan yang hanya beberapa saat lagi akan berpindah ke rumah mempelai wanita. Venia. Barang branded dan edisi terbatas yang dia cari di butik-butik terkenal dengan penuh semangat dan kocek yang cukup dalam, ternyata tak lebih dari barang-barang yang membuat Mella, putri kesayangannya, semakin terluka kini. Anak perempuan satu-satunya itu tampak rapuh dan hancur. Masih sangat jelas di ingatannya siang tadi saat dirinya dan suaminya menemui Venia dan Ardi yang kebetulan ada di rumah Venia semakin mengokohkan penderitaan Mella. Jelas kekecewaan dan luka itu begitu menganga. Gelengan Ardi jelas dan tegas. Tak sedikitpun belas kasihan di raut wajah tampannya. Dengan sikap yang betul-betul membuat

