Pelaminan untuk Ardi Mama tersengal mengejar langkah Mella yang berlari ke arah tumpukan barang seserahan. Mata Mama awas dan penuh rasa was-was melihat mata Mella yang beringas. Tak ada lagi air mata di wajah Mella. Wajah itu kini tampak datar dan penih misteri. Tak diduga, Mella perlahan mendekati tumpukan barang yang sudah tersusun rapi siap dibawa besok ke acara resepsi pernikahan Venia dan Ardi, perlahan Mella bersimpuh di sisi tumpukan seserahan itu, membelainya pelan sesekali senyumnya tersungging di bibir tipisnya. "Mas, kamu tahu banget seleraku. Ini seserahan buatku kan?"Mella tersenyum lebih lebar. Mama menahan nafas. Merasa ada yang salah dengan senyuman Mella. "Mas, kamu faham sekali kesukaanku. kalau aku suka baju dan barang dengan warna lembut. Semua barang yang

