Langkahku terasa berat, tapi aku terus berlari ke luar gedung. Beberapa kali kakiku terantuk meja dan kursi tamu undangan karena pandanganku yang mengabur. Harum melati dan hidangan yang bercampur di ruangan rasanya menusuk hidungku makin membuat kepalaku pusing dan berkunang. Terdengar beberapa orang memanggilku dan berusaha mengejarku. Aku tak perduli, aku ingin berlari secepat yang aku mampu. Rasa puasku karena telah mengucapkan kalimat yang memalukan tak sebanding dengan rasa sakit hati saat kulirik Ardi tengah memeluk Venia dalam season foto mereka. Wajah mereka melukiskan sejuta cinta dan kebahagiaan. Sakiiiiit. Apa kalimatku kurang pedas?. Sehingga senyum di wajah mereka tidak memudar? Aku menyesal kenapa tak kuteriaki si Jalang itu dengan sebutan p*****r. Gaun panjang dan s

