Aku tiba-tiba sudah ada tepat di depan mempelai wanita, hanya dalam hitungan detik tanganku yang berkuku tajam dan bercat merah tanpa mereka duga mencakar wajah Venia tanpa ampun, membuat bulu mata palsu perempuan edan itu terlepas. Aku juga berhasil mengunyeng kepala Venia yang sarat hiasan dengan lepas kendali. Kutarik sanggulnya dengan sekuat tenaga sehingga semua hiasan yang bertengger indah lepas dengan rambut yang terburai berantakan. Sanggul cantiknya tak ayal lepas menggelinding ke bawah panggung dengan beberapa bunga goyang dan roncean melati yang berceceran. Venia yang hari ini tampil dalam balutan kebaya moderen warna peach lembut menjerit histeris dan berusaha melawan, tapi aku yang kalap sudah menarik tubuh semampai Venia dengan kasar, mendorongnya seperti orang kesetanan. M

