Cinta Terindah

854 Kata

(PART 24) Adakah yang lebih indah dari cinta yang kembali? Aku menatap bidadariku dengan d**a yang selalu berdebar dan bertalu rindu. Rasa yang selalu sama saat aku menatap wajah teduh dan mata beningnya, kehangatan yang selalu terpancar indah dari semua senyumnya membuatku percaya bahwa Syurga-Nya memang nyata. Aku bergegas keluar kamar, Suara pisau yang beradu dengan talenan membuatku tersenyum menyaksikan aksi perempuan yang dari kemarin bolak balik ke WC karena mual, tengah berjuang membuat masakan buatku. Sang suami tercinta. Sudah tiga minggu ini Isrina malas makan dan bangun. Kerjanya pusing dan mual. Tiap mau kupeluk ada saja alasannya, bau inilah bau itulah, bikin aku gemes campur haru. Bawaannya yang selalu gerah membuat dia enggan memakai gamis dan hijabnya kalau di rumah. B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN