Senja Yang Kelabu

1367 Kata

Selepas mengikuti meeting dan menyelesaikan pekerjaan di kantor, seperti biasa aku memutuskan segera pulang. Aku melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Gerimis di senja hari, menyisakan bau tanah. Kulihat arakan mega yang sedikit hitam di barat sana, membuat hari terasa lebih gelap dari biasanya. Aku memarkirkan mobil di halaman rumah Mama yang luas. Sejak bercerai dengan Anggita beberapa bulan yang lalu, aku memang tinggal dengan Mama. Menempati kamar yang dulu, sewaktu masih bujangan. Beruntung, perceraianku cukup lancar dengan Anggita. Mungkin karena alasan yang kuajukan tentang perselingkuhannya cukup kuat, sehingga membuat Anggita berpikir tujuh keliling untuk bertindak macam-macam. Ancamanku yang akan mengundang media cukup ampuh untuk membuatnya pergi dan tidak melakukan per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN