Albany berlari mengejar Za yang hampir menutup pintu mobil Ronald. Tangan itu hampir saja terjepit. Za mendongak menatap laki-laki yang napasnya masih tersengal. “Za, jangan pergi dengannya. Aku mohon,” pinta Al dengan wajah memelas. Za melengos. Albany berusaha sekuat tenaga menahan pintu itu agar tidak tertutup, tetapi wanita itu tetap menariknya. “Lepaskan.” Za menatap nyalang. Al masih mencoba meyakinkan wanita itu dengan tatapan matanya yang memelas. Namun, Za masih terlalu yakin dengan hatinya. Kelebat bayangan Albany yang tengah bermesraan dengan wanita bernama Amel itu kembali hadir dan mengiris hatinya. “Aku bilang lepas!” Za kembali menarik paksa pintu mobil. Albany tak lagi menahan. Perlahan dia lepaskan pintu mobil itu. Lalu, dengan sekuat tenaga Za menutupnya hingga terd

