“Memangnya kamu tidak takut kalau Rita akan menendangmu ke jalanan?” tanya Albany dengan wajah menantang. Rafael terbahak sejenak. “Dia itu wanita bodoh yang haus belaian laki-laki. Berpuluh tahun dia menikah, hanya sekali suaminya menyentuh dia. Itu pun dengan bantuan obat per*ngsang karena suaminya itu masih saja memikirkan pacarnya yang dulu.” Rafael menjawab dengan tawa mencibir. Albany terperangah sejenak. Ternyata sang ayah tak pernah melupakan ibunya walaupun sudah menikah dengan Rita. Namun dia bisa menguasai diri dan berpura-pura ikut tertawa. “Kasian,” gumam Albany menyunggingkan senyuman masam. “Kasian, tapi lumayan, bisa aku manfaatkan uangnya. Kalau tidak … tidak mungkin aku mau melayani perempuan tua,” timpal Rafael terkekeh dengan bibir mencebik. Albany tersenyu

