Bab 33

1806 Kata

“Mas,” ucap Za dengan mata berbinar. Dia kemudian berlari dan menghambur pada lelaki yang berdiri mematung di ambang pintu. Bahkan tanpa malu Za mendaratkan bibirnya di bibir Albany. Tangannya melingkar di leher lelaki itu. Kaki Za bahkan berjinjit agar tinggi mereka tak berjauhan. Senyum di wajah Za terkikis perlahan, saat melihat ekspresi lelaki di hadapannya begitu dingin. Dia bahkan tidak membalas kecupannya. Za merasa heran. Tidakkah Al juga merindukan hal-hal seperti yang dia rasakan? Rasa yang sudah dia tahan sekian lama, namun sepertinya tidak mendapatkan balasan yang sama. Za mengurai tautan tangannya perlahan. Tumitnya perlahan menjejak lantai, dengan pandangan menatap dalam pada lelaki di hadapan yang matanya memicing tajam. Za mengerti jika sang suami belum mengerti te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN