Za terbangun saat sinar matahari menerpa matanya. Dia terperanjat kaget karena teringat kejadian semalam terjadi di sofa depan tv. Sudah pasti Bu Ningsih melihat tubuhnya yang hanya mengenakan pakaian seadanya. Namun, rasa kalutnya agak sedikit berkurang saat melihat selimut yang menutupi dari d**a hingga bawah tubuhnya. Sepertinya Albany menutupkan selimut itu dari semalam. “Nyenyak banget tidurku,” gumam Za memindai sekeliling yang terlihat sepi. Beruntung ini adalah hari Sabtu di mana kantornya libur. Bibirnya melengkung saat mengingat kejadian semalam. Rasanya begitu mudah menaklukan makhluk yang bernama laki-laki. Goda saja syahwatnya, niscaya pertahanannya akan roboh, begitu pikir Za tanpa tahu isi hati suaminya. Wanita itu bangkit sambil membelitkan selimbut di tubuh langsin

