Di rumah Radika terdapat sebuah ruangan yang hanya dapat dimasuki olehnya. Lelaki itu mengunci lukisan Zisy dengan sebuah mantra. Oleh karenanya, Zisy tak dapat lagi keluar dari lukisan. Gadis dalam lukisan itu menautkan alis serta menatap Radika dengan jengkel. “Mengapa menatapku begitu? Sejak lama aku sudah curiga akan lukisan ini. Karena kau berbahaya jika bersama Cristian, maka kau harus tinggal di sini sampai aku menemukan cara untuk melenyapkan lukisan ini. Aku akan menjelaskan pada Cristian, dan dia pasti mengerti. Radika membuka sebuah kotak besar dan ukurannya muat untuk meletakkan lukisan di dalamnya. “Sebaiknya kau tidak membuat masalah. Oh, ya, aku lupa mantra ini tidak bisa kau buka, iblis.” Iblis? Zisy nampak semakin kesal, tetapi sayangnya dia benar-benar tidak bisa

