46. Di mana dia?

1019 Kata

Tiba-tiba Cristian membuka mata dalam keadaan napas tersengal-sengal. Pria itu baru saja mendapatkan mimpi buruk. Sampai-sampai keningnya berkeringat dan tubuhnya juga basah. Mata Cristian menyapu seorang nenek tua yang tak lain adalah neneknya dan Radika. Dia menarik napas lega karena bukan melihat Zisy yang berwajah seram. Namun, aneh juga menurut Cristian karena gadis itu tak ada di sebelah ranjangnya. “Akhirnya kau sadar,” ujar Radika. “Aku panggilkan dokter.” Cristian tak menjawab, masih mencerna situasi saat ini dan mengingat-ingat apa yang terjadi sebelumnya. “Cris, apa yang terjadi padamu? Nenek dengar kau pingsan karena petir merobohkan atap vilamu.” Manik Cristian memperlihatkan keterkejutan. Atap vilanya roboh? Lalu bagaimana dengan semua karyawannya? Seakan tahu apa yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN