51. Cristian pergi

1002 Kata

Hari ke sepuluh, tetapi belum menemukan Karl juga, dan belum menemukan orang yang dapat menjawab pertanyaannya. Cristian duduk di sebuah kursi tak jauh dari Old Town. Dia merasa lelah dan saat ini memegangi ponselnya, menatap lukisan Zisy. Ingin sekali Cristian mengunggahnya di sosial media. Akan tetapi, kala melihat Zisy, Cristian kembali urung. Dia menggeleng napas panjang, menyandarkan punggungnya belakang. Pohon besar di belakangnya mampu menjadi tameng—menghalau sinar matahari untuknya. Sementara, Zisy sedang menjilati es krim di atas pohon itu guna menghindari tatapan aneh orang-orang. Cristian mengarahkan kamera ponselnya ke atas, tapi yang tertangkap hanya es krim di tangan Zisy. "Bagaimana caranya agar dia terlihat." "Jangan memotretku, Cris. Lihat orang-orang sedang meman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN