Dia merasa sakit. Hatinya seperti ditusuk duri mawar yang ada di taman depan. Zisy merasa Cristian sudah menyiratkan bahwa dia memang dekat dengan Putu. Tak pikir panjang, Zisy masuk ke dalam lukisannya. Cristian yang melihat tingkah Zisy menjadi bingung sendiri. Dia mendekat ke arah lukisan, melihatnya dengan hati-hati dan mendapati ekspresi Zisy murung. “Ada apa dengan gadis itu?” Padahal Cristian masih ingin berbincang mengenai kesehatan Zisy. Namun, gadis itu terburu-buru dan masuk ke dalam lukisan begitu saja. Tangan Cristian terangkat dan mengetuk-ngetuk wajah Zisy dalam lukisan. “Keluarlah. Aku masih ingin bicara.” Cristian tak mendengar suara apa pun dari dalam. Dia merasa gemas sendiri dengan tingkah Zisy yang tak dapat ia mengerti. “Ya sudah, aku kembali ke pesta. Jarang-j

