42. Petir menggelegar

1120 Kata

Hantu perempuan itu mengajak Zisy ke sebuah rumah bambu berdiri di pinggiran hutan. Sementara tak jauh dari sana ada pemukiman warga, rumah mereka bisa dikatakan sangat bagus dan layak ditempati tidak seperti rumah bambu ini. Zisy sedikit bingung mengapa hantu perempuan berambut panjang mengajaknya ke sini. “Kau bingung? Sebentar lagi kebingunganmu akan terjawab,” katanya, meluruskan tatapannya ke depan. Zisy ikut meluruskan tatapan ke depan—tepat pada saat seorang nenek keluar dari rumah bambu itu. Sang nenek membawa panci berisi beras. Wanita tua itu melangkah ringkih ke sebuah tempat penampungan air, yang tampaknya adalah penampungan air hujan. Zisy masih mengamati setiap gerakan ringkih wanita itu. Dia mengamatinya yang sedang mencuci beras, lalu kembali masuk ke dalam rumah bambun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN