Vita terus berlari secepat yang dia bisa menuju pagar berduri. Meski berulang kali terjatuh karena tersandung batu atau tersandung akar pohon besar yang mencuat keluar dari dalam tanah, gadis itu tak menyerah. Dia tetap kembali bangkit, tak peduli lututnya berdarah akibat jatuh membentur tanah maupun bebatuan, dia tetap berlari meski tak secepat tadi. Dia berpikir harus bisa sampai di tempat tujuan bagaimana pun caranya. Vita tidak ingin mengacaukan atau membuat pengorbanan Paul untuk memberinya waktu melarikan diri menjadi sia-sia. Ketika akhirnya dia tiba di depan pagar berduri, dia berhenti sejenak. Dia memutuskan untuk menunggu Paul, dia ingin pergi bersama dengan Paul, tak mungkin juga dia sanggup melarikan diri sendirian tanpa sahabatnya itu. Sebenarnya dalam usaha pelariannya t

