CHAPTER 20 SATU KORBAN LAGI

1815 Kata

Paul menggulirkan mata, menatap situasi sekaligus mencoba mencari solusi dan jalan keluar untuk permsalahan besar ini. Tapi keberadaan kawanan serigala itu memang membuatnya panik luar biasa, tak dipungkiri, dia pun mulai takut. Mereka tampak sangat buas, tiada henti menatap tajam sembari menyeringai sehingga deretan gigi taring mereka sukses membuat Paul gemetaran.  “Vit, berjalanlah mundur dengan perlahan,” ucap Paul, mencoba memberitahu Vita yang juga sedang gemetaran di tempatnya berdiri.  Wajar saja jika gadis itu gemetaran, tepat di depannya dengan jarak yang tak terlalu jauh, empat ekor serigala dengan mata mereka yang bersinar merah tengah menatap lapar padanya, disertai suara geraman menyeramkan. Vita meneguk saliva, panik ketika melihat salah satu dari serigala itu mulai melang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN