Love menggeliat, tubuhnya sudah lebih baik. Di luar masih gelap, dia menoleh ke arah jam dinding dan mendapati masih pukul tiga dini hari. Tangan Akasa yang masih memeluknya meski wajah itu terlelap ke pulau mimpi, membuat Love terkekeh. Love perlahan memindahkan tangan Akasa dari perutnya, meletakkannya di samping tubuhnya dan segera turun dari ranjang. Seninya butuh untuk dibuang dan Love pun berjalan perlahan ke kamar mandi, segera kembali dan duduk di ranjang lagi. Masih cukup dini hari, tapi rasa kantuk itu tak jua datang dan memeluknya agar segera terlelap lagi. Love mengedarkan pandangannya, kamarnya remang karena hanya lampu tidur yang menyala, menoleh kembali ke Akasa yang tetap terlelap, dan berencana untuk berbaring kembali meski kantuk belum menyapanya. Ada yang menarik perh

