“Jalu?” “Lintang.” lirih Jalu untuk dirinya sendiri. “Jalu? Kamu ada di sini?” Lintang semakin mempererat pelukan di pinggang Jalu. Jalu yang sadar dengan situasi saat ini, segera mengurai pelukan itu dengan cepat dan juga kasar, menarik tangan Lintang untuk mengajaknya bersembunyi di antara mobil yang parkir, mendorongnya menjauh dan berkacak pinggang hanya dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya memijit keningnya yang sangat pening. “Kamu sudah sembuh?” tanyanya tak ada nada lembut sedikit pun. Lintang tersenyum. Dia yang tadinya menubruk mobil orang meski tak keras, kini berdiri tegak di depan Jalu, “Aku sudah sembuh.” Mendekat ke Jalu sambil membuka tangannya, dia ingin memeluk Jalu kembali. “Stop!” Jalu menghalangi Lintang dengan mengacungkan telapak tangan kanannya. Kep

