Suara itu

1902 Kata

[Kalau kang ojek sudah melekat, kang parkir pun lewat.] Lintang yang bermain ponsel dengan membuka grup chat room di WA, sedikit tersentil saat membaca deretan pesan yang seolah mencubitnya itu. Meski tak ingin terlalu GR (gede rasa), nyatanya tetap saja tak tenang membacanya, “siapa kang ojeknya, Om?” sengaja membalas khusus untuk Akasa. Setelah tak muncul beberapa hari, dan kini meno dongnya seperti itu. Siapa yang tak berpikir negatif? [Kagak tehe.] Lintang semakin gemas, ada apa dengan Akasa? Dia pun memilih kembali mengetik sambil menunggu, andai ada chat lagi yang menyentilnya, berarti memang benar apa yang dipikirkan saat ini adalah sama. Mulai mematikan data dan mengetik sekitar dua ribu lima ratus kata untuk novel online miliknya yang sudah lama dia tinggalkan. Ingin fokus aga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN