Kembalinya amarah

1181 Kata

Lintang bangun lebih segar setelah tidur agak lama, tak seperti biasanya. Jam di dinding masih enam pagi, tapi dia segera membersihkan diri karena ingat akan diajak entah ke mana oleh Gusti. Setelah sarapan hanya dengan bola daging yang berjumlah lima butir saja, Lintang sudah mendengar pintu diketuk oleh seseorang yang dia yakin adalah Gusti. Tersenyum saat sosok itu memang Gusti, “masuk.” ajaknya semakin melebarkan pintu rumahnya. “Sudah makan?” Gusti duduk di ruang tamu. Rumah yang sepi malah membuatnya semakin tak enak, ternyata ayah Lintang tetap seperti yang dia tahu. “Sudah, aku ambil tas dulu, habis ini kita berangkat.” Lintang segera masuk saat Gusti mengangguk, tak mau membuang waktu lagi. “Kita mau ke mana?” tanyanya setelah ke luar dan masih mengunci rumahnya saat ini. “Kam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN