Gusti terkekeh melihat Lintang dari kejauhan. Perempuan yang tengah cemberut sambil menyandar malas di pintu kamar hotelnya itu, terlihat jelas tengah menekuk wajahnya saat ini. Mendengar ada langkah yang mendekat, Lintang menoleh dan berdecap, “Lama sekali? Aku sudah lelah menunggu di sini.” Lintang bersedekap d**a, meski penasaran kenapa dia tak bertemu dengan Jalu yang jelas-jelas dia yakin ada yang memanggil nama itu tadi, Lintang tetap tak bertanya karena tak mau Gusti menjadi curiga terhadapnya. Gusti terkekeh. Mengulurkan tangannya untuk mengacak rambut Lintang, mengeluarkan kunci kamar hotelnya dan mengajak Lintang masuk, “Berangkat jam berapa tadi?” Gusti membantu Lintang membawa koper ke dalam. “Setelah sarapan. Kamu ... bekerja sendiri di sini? Apa aku mengganggu?” Lintang me

