Kusuma membantu Jalu mengemasi beberapa barang yang tak terlalu banyak, “Kamu tidak membawa baju saat ke sini?” tanya Kusuma. Heran dengan barang yang dibawa karena hanya laptop beberapa dokumen yang datangnya entah kapan dan beberapa barang seperti cas, parfum, dan gelang jam. Jalu terkekeh, “Ini rumahku, Kusuma. Banyak pakaianku di almari, buat apa aku membawa baju, semua masih muat.” “Ya, kamu benar. Apa tidak masalah aku mengajakmu pulang sekarang? Aku ... hanya ingin segera tidur di kamarku sendiri.” Jalu menoleh, tersenyum dan mendekat ke Kusuma, “Tidak, Sayang. Kapan pun, aku tetap mengabulkan semua permintaanmu asal kamu bahagia.” “Terima kasih.” Kusuma berdiri, memeluk Jalu erat dan mencium dadanya juga. Menghirup parfum yang sepertinya tak pernah ganti sejak pertama dirin

