Dua tahun

2192 Kata

Malam sangat larut. Jalu terjaga di tengah tidur nyenyaknya tadi. Berjalan dengan malas untuk membuang seni, meski kantuk menyerang, Jalu mempertahankan posisi duduknya di ranjang, menatap dalam gelap untuk memastikan Kusuma tak terbangun atau bahkan terganggu oleh gerakannya yang dibuat halus. Jalu yang setengah melamun, melihat ponselnya berkedip, meraihnya dan membukanya, ingin tahu siapa yang mengirim pesan selarut ini. Tak ada yang penting, hanya email tentang pekerjaan. Jalu mengembalikannya kembali ke nakas, kembali tidur agar besok tak mengantuk saat di kantor. Tak hanya ada ponselnya saja, di nakas juga ada tas yang tak tersentuh seolah tak berfungsi lagi. Jalu mengambilnya, membukanya perlahan untuk sekedar ingin tahu, apa dia temukan apa yang dicarinya. Saat benda pipih dia te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN