Ini waktunya

2405 Kata

Jalu dan Kusuma baru saja selesai makan malam. Dokter cantik itu pun juga sudah masuk ke kamarnya, membuat rumah besar ini sepi kembali. Jalu masih bermain dengan tapnya. Meski sudah berganti dengan pakaian tidur, dia masih enggan mematikan lampu kamar untuk menyudahi harinya malam ini. Besok adalah hari yang besar, perusahaan sibuk dengan para anak yang magang sedangkan proyek di Tangerang perku ditinjau, Jalu seolah lelah hanya untuk memikirkannya saja. 'Bleb.' Jalu mendongak, Kusuma baru saja ke luar dari kamar mandi dan mengenakan pakaian tidur juga. Pakaian dengan potongan gaun dan sedikit terbuka, membuat Jalu sangar rindu dengan istri yang semakin hari semakin cantik itu. “Kenapa? Senyumanmu aneh sekali.” Kusuma terkekeh, menaut wajahnya di cermin untuk membersihkan mukanya dari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN