BAB 22

1306 Kata

Saat mendengar ucapan wanita itu, seluruh bulu kuduk Bos Joni langsung berdiri. Tapi... bukankah pria itu seharusnya tidak sempat melihat wajahku dengan jelas? Begitu pria itu mengangkat kepala, aku langsung menjauh dari pintu ruang VIP itu. Pasti wanita ini cuma mau menakut-nakutiku, ingin memaksaku menjadi saksi agar bisa membersihkan nama kliennya! Kalau si pembunuh itu tahu, dia pasti akan balas dendam padaku— “Pengacara Felly, ini sudah ketiga kalinya saya bilang. Tolong keluar!” “Baiklah. Tapi jaga diri. Kalau kamu berubah pikiran, hubungi aku.” Felly meletakkan kartu namanya di atas sofa lalu beranjak pergi. Tak ada gunanya memaksa. Bisa ditebak, bahkan jika polisi menemukan dia, dia mungkin tetap takkan berani bicara jujur. Tatapannya menyipit, lalu ia mengeluarkan ponsel d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN