Felly menatapnya sambil tersenyum. Hari ini suasana hatinya luar biasa cerah, jadi tentu saja dia ingin pamer sedikit. "Aku saranin kamu jangan senang dulu. Makan dulu, yuk." Nada suara Felix tetap dingin dan tenang, tapi itu bentuk perhatian juga. Ia menarik meja makan kecil di atas ranjang, lalu mengeluarkan satu per satu makanan dari dalam kantong. "Kita udah tanda tangan kontrak. Sekarang kamu nggak bisa semena-mena lagi," kata Felly sambil duduk bersila di atas ranjang, satu tangan menopang dagunya dengan santai. Ia menatap pria itu sambil tersenyum puas. "Oh iya, kirim rekamannya ke aku, deh. Toh sekarang kamu juga udah nggak ada gunanya nyimpan itu." Felix tak langsung menjawab, malah menyerahkan semangkuk sup padanya. "Minum sup dulu." Felly menolak menerima. "Aku sakit

