Drama Lamaran

1481 Kata
Setelah acara lamaran dan langsung nikahan Bang Iger dan Kak Julia yang memakan cukup banyak waktu. Walau mendadak dan pakaian seadanya. Belum lagi proses yang rumit. Yang penting sah. Kami segera pindah tempat. Kali ini gue yang lamaran coyyy. Senang pastilah. Gugup apalagi jangan ditanya. Semoga Babe langsung nikahkan juga seperti Bang Tiger tadi. Maunya tuh. Hahahaha... Sesampainya di rumah Ria. Keluarga Ria sudah menyambut. Ayah : Selamat datang. Nama saya Somad Mayjaya. Ini istri saya Puput. Anak saya Herkules. Menantu saya Wati. Ayah memperkenalkan diri. Terlihat dia segan dengan Babe. Beda waktu nyambut gue. Sedikit sombong waktu itu. Mungkin dia lihat mobil Babe. Bentley coyyy. Pastinya dia langsung tau Babe bukan orang sembarangan. Babe : Senang bertemu Pak Somad. Saya Aditama Prawira Prawira. Istri saya Monica. Anak saya Tiger dan kedua istrinya Linda dan Mona. Istri ketiganya Pak Somad sudah kenallah. Gue perhatikan wajah Bang Herkules langsung berubah pias. Bang H : Pak Aditama pemilik perusahaan *****? Betul Pak? Babe : Kok tau? Bang H : Saya direktur cabang di kota ini Pak. Babe : Baguslah kalau begitu. Bang H : Suatu kehormatan bagi kami atas kedatangan Bapak di rumah kami. Ayah : Silahkan masuk Pak. Sekarang mereka tahu siapa gue. Siapa keluarga gue. Siapa babe gue. Apalagi Bang Herkules. Sekarang dia tidak berani lagi sombong depan gue. Babe masuk. Disusul Nyak dan para bini Bang Tiger. Gue dan Bang Tiger ke mobil. Mengambil seserahan lamaran. Ria bingung melihat gue dan Bang Tiger. Dia ingin menghampiri kami. Bermaksud membantu Gue larang. Bang Tiger juga melarang. Emang dia tidak boleh bantu. Gue dan Bang Tiger bersiap masuk. Ria pun ikut masuk. Tapi naas gue tersandung. Hampir jatuh. Tas tidak masalah. Koper terbuka sedikit. Yang bikin kaget isinya uang. Terlihat dari celah yang terbuka sedikit. Bang Herkules melongo. Ayah Ibu dan Kak Wati tidak melihat karena keburu gue tutup. Ria dan keluarganya mengira keluarga gue hanya berkunjung. Bersilaturahmi setelah pernikahan Bang Tiger dan Julia. Tapi mereka salah duga. Babe : Pak Somad. Kedatangan saya ke sini bukan hanya ingin bersilaturahmi. Ayah : Maksud Bapak? Ayah sedikit bingung dengan perkataan Babe. Babe : Saya ke sini diminta oleh anak saya Cat Ron Prawira. Untuk melamar anak Pak Somad yang bernama Riana Nur Putri. Untuk dijadikan istri oleh anak saya. Ayah : Begitu ya Pak. Ayah masih belum begitu sadar dan bingung. Tapi segera dia tersadar. Ayah : Keluarga Bapak melamar anak saya? Baiklah Pak. Saya setuju. Tapi sebaiknya kita tanyakan pada Riana saja. Soalnya ini menyangkut masa depan Ria. Ibu : Saya juga setuju. Semua kembali pada Ria. Bang H : Bapak Prawira serius? Saya pastinya setuju. Sekarang semua menatap Ria yang masih melongo tidak percaya. Dia kaget dilamar tanpa aba aba. Diam cukup lama. Akhirnya dia bicara. Riana : Gue terima....... Teriaknya kencang. Telinga gue sampai sakit. Para tetangga langsung berhamburan menuju rumah Ria. Pada kepo mau tau. Ada apa sih teriak teriak. Semua gara gara teriakan Ria tadi. Senang sih boleh. Ga teriak sekencang itu juga dek. Budek telinga gue jadinya. Mana jadi tontonan warga pula. Setelah sadar teriakannya mengundang warga. Wajah Ria merah padam menahan malu. Nah tuh kan malu sendiri jadinya. Saking malunya. Ria sampe meluk gue. Menyembunyikan wajah di d*d* gue. Gue : Kita belum sah dek. Ria tambah malu. Melepas pelukan. Lalu lari kemudian berlutut memeluk perut Ibu yang sedang duduk. Dan menyembunyikan wajah di perut Ibu. Semuanya tertawa melihat aksi Ria. Gue yakin Ria tambah malu. Mungkin sampe malam baru berani memunculkan wajah. Warga kebingungan dan akhirnya bertanya. Pak Andre selaku RT yang mewakili warga bertanya. Pak RT : Ada apa ya Bapak Ibu sekalian? Kenapa ada teriakan? Dan kenapa pula tuh si Ria meluk saudara ini? Pak RT wajib meminta penjelasan agar tidak terjadi salah paham. Ayah : Maaf Pak RT. Jadi mengganggu warga semua. Begini si Ria dilamar keluarga Bapak Prawira ini. Saking senangnya ya teriak sekencang tadi. Terus karena malu meluk calonnya. Sekali lagi maaf Pak RT. Pak RT : Oh begitu. Selamat Pak Somad. Kami tunggu tanggal baiknya. Ayah : Terima kasih Pak RT. Sekali lagi maaf Pak RT. Pak RT pun keluar rumah. Setengah berteriak dia memberitahu warga. Pak RT : Tidak ada apa apa. Hanya acara lamaran di keluarga Pak Somad. Ria senang sampai teriak kencang. Terus malu dan meluk calonnya. Sudah bubar semuanya. Tapi warga malah berbalik badan menghadap rumah Ria. Entah siapa yang menyuruh. Warga : Selamat Ria. Semoga cepat dihalalin. Teriak warga bersama sama. Barulah mereka membubarkan diri. Hahaha.... Acara lamaran se RT tau jadinya. Entah gimana Ria menghadapi nanti. Malu udah pasti. Jangan ditanya lagi. Apalagi Ria kan emang terkenal di kompleknya. Acara lamaran pun selesai. Riana terima. Ayah Ibu merestui. Bang Herkules apalagi. Lah yang ngelamar keluarga Boss nya. Gimana ga setuju. Bisa dipecat dia. Gue nelepon Bang Samson. Video call dong. Sekalian minta doa restunya juga. Jangan karena dia ga di rumah. Terus dilupakan aja. Gue berdampingan dengan Ria. Nempel nempel dikit lah. Terhubung, Bang Samson angkat. Nampak Bang Samson senyum. Assalamualaikum Bang. Gue dan Ria ucapkan salam. Walaikumsalam. Bang Samson membalas salam. Mohon doa restunya Bang. Riana terima lamaran gue. Ucap gue kepada Bang Samson. Alhamdullilah. Selamat ya. Abang tunggu tanggal baiknya. Bang Samson mendoakan kami. Terima kasih Bang doanya. Balas kami. Video call pun dimatikan. Terdengar handphone Ayah bunyi. Ayah mengangkat. Sepertinya Bang Samson. Mereka bicara sebentar. Kemudian HP dioper ke Bunda. Mereka juga berbicara sebentar. Raut bahagia terlihat jelas di wajah mereka. Acara kami lanjutkan dengan makan malam bersama. Sebenarnya hidangan untuk menjamu keluarga ku makan siang. Tapi karena kami makan siang di rumah mertua Bang Iger. Maka makanan di sini jadinya untuk menjamu kami makan malam. Ga pa pa lah. Yang penting masih bagus lauk pauknya. Kami semua pun makan dengan lahap. Setelah makan malam. Babe dan rombongan menuju hotel. Besok baru pulang kata Babe. Capek dan sudah malam juga. Kalau pulang sekarang sampainya tengah malam kata Babe. Mending nginap dulu. Babe nelepon Nana. Ninggalin pesan pulang besok. Sepertinya Babe ga mau nelepon Bang Ion. Ya jelaslah pengecut itu mah ga bisa diharap jaga rumah. Beda sama Nana yang tomboi. Jadi Babe milih nelepon Nana. Nah yang bingung malah gue. Mereka kan tidur di hotel. Gimana Bang Iger tidur ama bini bininya. Kan bininya sekarang 3. Bukan 2 lagi. Lah kok gue yang mikirin. Harusnya masa bodo lah. Bukan urusan gue. Urusan Bang Iger itu. Gue mah tetap di rumah Riana. Kamar Bang Samson. Ga boleh kamar Ria dong. Bisa digrebek warga. Terus dinikahkan ngeri juga. Lah kok gue ngeri. Emang gue mau nikah ama Ria. Kenapa mesti takut digrebek. Eh ingat dosa kuyyy. Belum halal. Kena azab zinah baru tau rasa. Mending batalin tuh niat buruk. Sebelum tidur gue telepon Babe. Masih penasaran sama isi koper seserahan lamaran tadi. Berapa sih isinya. Babe jawab lu dengar mahar Bang Iger untuk Julia kan. Sama isinya kata Babe. Kan Babe bikin 2 paket sama. Sangka Babe keduanya buat lamaran 2 calon gue. Harus adil kata Babe. Ga taunya kena jebakan gue. Tapi ga masalah kata Babe. Yang penting happy ending. Ternyata Babe rela keluar 2 paket segitu banyak yang awalnya keduanya buat gue. Ternyata Babe sayang gue juga. Ngak nyangka banget. Harusnya sayang sih. Kan gue anak dia juga. Dan akhirnya gue tidur. Tentu dengan hati senang. Besok pagi seperti biasa. Gue dan Ria tetap jalan jalan keliling komplek. Daripada ga ada kerjaan. Babe sudah berangkat pulang. Begitu juga rombongan yang menyertai. Habis beli sarapan. Gue dan Ria pulang ke rumah Ria. Setelah sarapan nih. Ria maen HP. Tiba tiba wajahnya pucat. Pias bagai ga berdarah. Gue samperin karena khawatir. Gue tanyain deh. Gue : Napa lu? Kok pucat. Dia sodorin HP nya. Gue lihat di layar status sss nya. Di tag sama Kak Mona dan Bang Iger. Jadi status laki bini tuh nongol di status Ria. Dan sss gue juga ditag ternyata. Tapi belum sempat gue lihat. Kan lagi sarapan. Nah di layar status sss kami pun jadi sama semua. Ada video dengan keterangan yang lamaran gitu lho. Gue putar tuh video. Ternyata kejadian lamaran semalam. Cuman sudah dicut bagian depan. Mulainya cuman dari percakapan Babe dan Ayah. Tapi mereka berdua hanya terdengar suara. Soalnya yang jadi bintangnya gue dan Ria. Jadi gambar kami berdua yang bergantian nongol. Yang lain cuman sekilas sekilas doang. Babe dan Ayah hanya suaranya doang. Maklum Babe ga suka divideoin. Nah adegan puncaknya itu. Riana terima lamaran gue dengan berteriak. Terus meluk gue. Diiringin suara tawa yang lain. Dan akhirnya ditutup dengan koor dari warga. Langsung heboh di kalangan kampus gue nih status. Banyak like dan komentar ucapan selamat. Tapi disertai emot tertawa. Pantas Ria terpucat pias. Ini kan memalukan katanya. Mana kemudian di share. Judulnya diganti calon manten terima lamaran dengan teriakan. Bagi gue dan lainnya sih lucu. Bagi Ria ini sangat memalukan. Dia pun nangis bombay. Sekian dulu bab ini. Kalau penasaran ikutin lagi bab berikut.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN