Sampai jam 10 pagi menjelang siang.
Babe dan rombongannya masih belum tiba.
Lah iya dong.
Mesti nunggu toko buka.
Baru bisa beli barang seserahan lamaran.
Terus baru berangkat.
Bisa bisa jam 9 lewat baru jalan.
Artinya paling cepat sampe jam 11.
Julia dan bokapnya pulang dulu.
Pasti bosan nunggu.
Mending di rumahnya sendiri.
Bisa bebas.
Yang jelas Julia sudah waras.
Ga pura pura gila lagi.
Untunglah sudah waras.
Bisa trauma gue.
Kalau mikir dipeluk orang gila.
Baru pergi sebentar Bokap Julia balik lagi.
Dia tanyakan apa Bang Tiger benar benar datang.
Dia cemas abang gue kabur dari tanggung jawab.
Gue jamin pasti tiba.
Gue video call.
Dia yakin deh pasti tiba.
Apalagi gue minta mereka share location.
Terbukti sedang di pertengahan jalan menuju ke kota ini.
Puas dia pun pulang.
Babe bilang berangkat pake mobil Babe.
Seserahan 2 paket tidak banyak barang nya.
Yang penting mas dan duitnya ada juga.
Itu kata Babe waktu video call.
Wew nih Babe emang mantap.
Sebenarnya gue merasa tidak enak sama Bang Iger.
Seperti gue jebak dia.
Tapi ya gimana lagi.
Kalau gue ngomong terus terang.
Bisa bisa Kak Linda dan Kak Mona menolak datang.
Sedangkan Kak Julia perlu ijin mereka untuk dinikahi Bang Iger.
Dan gue juga ga bisa cerita terus terang ke Kak Julia.
Mending dia tau sendiri deh.
Dari bincang bincang tadi.
Gue baru tau Ria manggil Kak Julia dengan Kak Iya.
Kebiasaan dari kecil.
Mereka memang tetangga lama.
Sudah dari keduanya kecil.
Iya berasal dari dua huruf belakang Julia.
Pantes gue kemarin ketepu.
Bukan maksud Ria nepu gue sih.
Cuman gue yang ketepu sendiri.
Dengar nama panggilan tersebut.
Menjelang tengah hari.
Rombongan Babe tiba.
Ternyata 2 mobil.
Gue yang nunggu depan rumah Ria langsung mengarahkan mereka ke rumah Kak Julia dulu.
Babe sedikit bingung.
Kan gue berdiri bareng Ria.
Belakang gue pasti rumah Ria.
Pasti itu pikirnya.
Tapi diarahkan ke rumah lain dulu.
Babe mengangguk paham.
Dikira Babe mau ngelamar yang satunya dulu kali.
Betul sih tapi bukan untuk gue.
Ria menduga urusan Babe adalah dengan keluarga Julia.
Jadi keluarga Ria pun mempersilahkan dulu Babe ke rumah Kak Julia.
Bokap Julia menunggu di teras rumah.
Julia menunggu dalam rumahnya.
Mau kasih kejutan buat Bang Iger.
Begitulah maksudnya.
Babe terkejut melihat Bokap Julia.
Setengah berbisik supaya tidak terdengar Bokap Julia.
Babe : Kok calon mertua lu rambutnya rambut jagung?
Itu ucapan Babe kepada gue.
Lah emang Bokap Julia bule keturunan Jerman.
Wajar dong rambut pirang kuning muda macam rambut jagung.
Gue : Pakle Jerman Be.
Babe : Kok Pakle?
Gue : Bu(k) le kan cewek Be.
Babe : Bisa aje lu ket.
Gue : Kan anak Babe.
Kami masuk ke halaman rumah Kak Julia.
Langsung disambut Bokap Julia.
Nyokapnya segera keluar rumah.
Mau menyambut kami juga.
Bokap Julia : Selamat datang. Nama saya Marten Morgan. Dan ini istri saya Rahmawati.
Bokap Julia memperkenalkan diri.
Babe juga memperkenalkan diri.
Tapi gue lihat wajah Bang Iger mengernyit sedikit bingung mendengar nama Morgan.
Babe : Senang bertemu anda. Nama saya Aditama Prawira Prawira. Ini istri saya Monica. Yang itu Tiger anak saya. Yang sana Linda. Sebelahnya lagi Mona. Keduanya menantu saya. Istri Tiger.
Wusssss gue liat wajah Pak Marten berubah sedikit kelam.
Tapi berusaha tenang.
Mempersilahkan kami masuk.
Masuk ke dalam rumah.
Babe dan Nyak duluan.
Bang Tiger nyusul bareng Kak Linda dan Kak Mona.
Gue ngekor aja bareng Ria.
Baru masuk Kak Julia langsung menghambur memeluk Bang Iger.
Bang Iger yang tidak siap hanya diam terpaku.
Sedang Kak Linda dan Kak Mona langsung berusaha menarik Kak Julia agar melepas pelukannya.
Kak Linda : Lepaskan laki gue.
Kak Mona : Jangan sembarang maen peluk laki gue.
Bang Tiger : Julia....
Suara Bang Iger tercekat.
Kak Linda dan Kak Mona sedikit terhenyak.
Babe dan Nyak hanya bengong.
Keadaan hening sejenak.
Barulah Pak Marten bicara.
Marten : Itu Julia Morgan putri saya. Saya kira Pak Aditama seharusnya sudah mengerti sekarang. Saya ingin minta tanggung jawab anak bapak Tiger terhadap putri saya.
Babe : Jadi inilah Julia yang lu ceritakan waktu itu Tiger?
Bang Tiger : Iya Be.
Marten : Silahkan duduk dulu semuanya. Kita bicarakan baik baik.
Babe : Iya. Terima kasih.
Semuanya pun duduk.
Marten : Begini Pak Aditama. Sebenarnya Julia sudah saya jodohkan dengan anak teman saya. Tetapi dia mundur karena Julia sudah tidak perawan. Bapak pasti tahu siapa yang melakukan. Karena itulah saya hendak minta pertanggung jawaban.
Pak Marten langsung to the point.
Babe : Baik Pak. Akan saya tindak seadilnya.
Babe : Tiger!! Benar kamu yang ngambil keperawanan Julia?
Bang Tiger kelihatan gugup tapi akhirnya menjawab.
Sedangkan Kak Linda dan Kak Mona mukanya cemberut masam.
Ada drama nih batin gue.
Bang Tiger : Benar Be. Saya tanggung jawab Be.
Kak Linda : Saya keberatan.
Kak Mona : Saya terima madunya.
Lah kok beda jawabannya.
Babe : Linda, Itu anak orang sudah diperawani Tiger lho. Masa mau lepas tangan.
Kak Linda : Iya Be. Dengan terpaksa saya terima madu nya.
Nah itu dia terima tapi terpaksa.
Raut wajah Kak Linda sedikit kecewa.
Tapi itulah masa lalu Bang Tiger.
Sebagai bini Bang Tiger terpaksa harus menerima karma masa lalu Bang Tiger juga.
Sedangkan Kak Mona memilih keluar rumah.
Mau mencari udara segar.
Tapi gue dan Ria tau.
Dia mau menenangkan diri.
Iseng gue dan Ria nyusul keluar.
Lagipula di dalam sudah cukup rame.
Mending keluar biar ga sesak nafas.
Gue dan Ria samperi Kak Mona.
Gue : Kak Mona keberatan ya?
Kak Mona : Sebenarnya iya.
Gue : Kalau gitu tadi kok terima?
Kak Mona : Kan dulu gue juga pernah di posisi Julia sekarang.
Iya ya baru ingat Kak Mona dulu juga sama seperti Julia.
Walau Kak Mona tidak ikut gila.
Ternyata itu alasan Kak Mona terima madu nya Julia.
Gue : Kok dulu Kak Mona sempat mau sama gue atau Lion waktu ditolak Bang Tiger poligami?
Kak Mona : Kan tampang kalian sama. Gue anggap aja Bang Tiger waktu itu.
Iya juga kami bertiga kan tampangnya sama.
Kan kembar 3 coyyy.
Ria hanya tertawa kecil.
Wajar sih pembicaraan gue dan Kak Mona ibarat gue anak kecil.
Kami kembali ke dalam.
Karena sudah jam makan siang.
Pak Marten menjamu kami.
Kaminpun makan dulu.
Setelah makan baru lanjut acara.
Babe menyuruh gue dan Bang Tiger nurunin 1 set seserahan lamaran.
Gue ngekor Bang Iger.
Bang Iger memberi perintah mengangkat 1 koper dan 1 tas.
Dia membawa 2 kotak yang kelihatan kue dan manisan.
Terus apa yang gue bawa nih.
Ga usah dipikirlah.
Bawa aja dulu ke dalam.
Masalahnya lumayan berat nih koper.
Kalau tas mah tidak begitu berat.
Ria membantu gue bawa tas.
Jadi gue fokus bawa koper.
Sampai ke dalam rumah Julia.
Babe berbasa basi dengan Pak Marten.
Babe : Ini seserahan lamaran dari keluarga kami. Mohon diterima.
Gue pun menyerahkan koper.
Ria menyerahkan tas.
Bang Tiger menyerahkan 2 kotak yang dia bawa.
Pak Marten dan istrinya tersenyum senang.
Babe : Bagaimana kalau kita nikahkan saja langsung. Anggap itu adalah mas kawin dari kami.
Weh Babe seperti biasa gerak cepat.
Marten : Masalahnya Julia non Muslim Pak. Harus jadi mualaf dulu kalau mau nikah dengan Tiger.
Pak Marten akhirnya menjelaskan keyakinan mereka.
Babe terdiam sebentar.
Babe : Ria. Babe minta tolong. Carikan ustadz di sekitar sini. Kita mualafkan Julia hari ini juga.
Waduh Babe emang keren.
Ria : Baek Be.
Ria pun keluar ke rumahnya.
Tidak lama kemudian Bang Herkules dan Ayah keluar.
Mereka naik motor biar lebih cepat.
Ria balik lagi ke rumah Julia.
Ria : Ayah dan abang saya sudah mencari ustad Be.
Babe : Terima kasih.
Tidak sampai setengah jam.
Seorang ustad tiba berboncengan motor dengan seorang pemuda.
Ayah dan Bang Herkules juga tiba.
Babe : Maaf Ria. Tolong sekali lagi ya. Panggilkan petugas KUA. Soalnya Babe ga tau kota ini dimana KUA nya.
Ria : Tidak masalah Be. Membantu orang yang berniat baik itu wajib Be.
Ria keluar berbincang sejenak dengan Ayah.
Bang Herkules dan Ayah pun pergi lagi.
Kali ini lebih lama.
Hampir 1 jam baru kembali.
Datang bersama 2 petugas KUA.
Mereka akan bertindak sebagai Perwalian Nikah Kak Julia.
Secara Pak Marten tidak mungkin menjadi wali nikah Kak Julia.
Setelah membaca 2 kalimat syahadat dan Julia dinyatakan sah mualaf.
Langsung ijab kabul dilaksanakan.
Tentu saja tidak ada masalah buat Bang Iger.
Ini kan yang ketiga kalinya.
Semua terkaget termasuk gue.
Ketika ijab kabul diucapkan Bang Tiger.
Masalahnya mahar nya itu.
Kan dalam koper dan tas.
Jadi gue ga tau.
Ternyata uang 1 milyar dan emas setengah kilo.
Semua menyatakan sah.
Gile lu Bang.
Dalam 2 bulan nikah 3 kali.
Gue aja yang belum.
Bang Ion sudah.
Walau masih perjaka.
Nasib jadi si bontot.
Surat nikah akan diurus setelah surat pergantian kartu keluarga Julia.
Kan data Julia berubah sekarang.
Sudah mualaf.
Tentunya perlu waktu.
Untuk sementara hanya surat pernyataan dari KUA bahwa ada pernikahan antara Bang Tiger dan Kak Julia.
Dan juga pernyataan Kak Julia sudah mualaf.
Babe membayar semua biaya.
Termasuk untuk surat menyurat.
Setelah makan makan.
Ustad dan petugas KUA pulang.
Urusan kelar dulu untuk urusan keluarga Julia.
Julia pun ikut keluarga kami
Hari telah sore.
Matahari akan segera terbenam.
Sekarang urusan keluarga gue dan keluarga Ria.
Gue ajak Babe dan rombongan keluarga gue ke rumah Ria.
Keluarga Ria telah siap menyambut.
Ok cerita bab ini sekian dulu.
Kita sambung di bab berikut.