Julia?

1700 Kata
Sore hari di rumah Ria. Gue putuskan untuk berjalan jalan. Tentu hanya di seputaran rumah Ria. Maklum baru datang. Belum kenal daerah ini. Ditemani oleh Ria juga. Sekitar 2 rumah dari rumah Ria. Gue melihat sesosok wanita. Di balik jendela. Sepertinya gue pernah lihat. Eh baru teringat gue. Mirip dengan foto Kak Julia. Yang diperlihatkan Bang Iger hari sabtu pagi. Tapi ga mungkinlah. Nih cewek kelihatan stress. Macam orang gila. Baju kotor kayak dipakai berhari hari tanpa dicuci. Rambut berantakan. Wajah kotor penuh bekas arang. Tapi emang mirip sih kalau gue ingat foto dari Bang Iger. Nih cewek memandang ke arah langit. Tatapan kosong. Jadi sepertinya ga lihat gue dan Ria. Iseng gue tanya Ria. Gue : Sayang, kok kayak ada orang gila di rumah tuh? Ria : Oh itu Kak Iya. Dia kayak stress setengah tahun lalu. Gara gara patah hati. Persisnya gimana gue kurang tau. Kan gue pulang setengah tahun sekali. Gue : Iya juga ya. Lu pulang setengah tahun sekali. Jadi lu lihat dia mulai gila setengah tahun lalu? Ria : Setengah atau satu tahun lalu lah. Dulu dia cantik banget. Primadona di sini. Baik juga orangnya. Kasihan juga lihat dia sekarang. Gue : Ya sudah ga usah dipikirkan. Gue pun ga mau mikirin lagi. Nama tuh cewek aja beda. Ria manggilnya Kak Iya tadi. Bukan Julia. Kami pun melanjutkan perjalanan jalan kaki keliling perumahan Ria. Sepanjang jalan kaki keliling perumahan. Ria banyak bertegur sapa dengan warga sekitar. Gue hanya boneka pengangguk saja. Semua dianggukin. Iya dong daripada boneka masam. Semua dimasamin bisa kabur orang. Banyak yang bertanya kepada Ria. Gue pacar Ria bukan. Ria malah menjawab calon suami. Wew makin senanglah gue. Hati ini serasa terbang melayang. Tambah rajin gue mengangguk. Sudah capek dan puas jalan. Kami pun pulang ke rumah Ria. Karena tadi siang udah dijamu keluarga Ria. Malam ini gue yang kamu mereka makan Mereka yang nentuin tempat. Gue cukup bawa mobil aja. Sekalian bayar nanti selesai makan. Iya dong kan gue yang menjamu. Kalau dibayarin mah ditraktir namanya. Bukan menjamu. Jadi kami pun makan bersama. Tiga pasang suami istri. Author : Enak aja lu coii. Gue : Kenapa tor? Author : Elu belum nikah cukkk. Gue : Iye lupa tor. Keasikan cerita. Ok kita koreksi. 3 pasang kekasih gitu aja deh. Selesai makan malam dan icip icip kuliner kota asal Ria. Kami putar putar kota sebentar. Biar gue lebih paham jalannya. Barulah kami pulang. Istirahat lagi. Gue pun tidur di kamar Bang Samson. Bukan kamar Ria dong. Kan otor sudah peringatkan belum nikah. Malam pun segera lalui. Tentu mimpi indah dong. Hari ini kan menyenangkan. Sudah ga mikirin cewek gila lagi. Pagi hari tiba. Hari baru akan terang. Gue dan Ria pun memutuskan jalan pagi sebentar. Keliling perumahan. Sambil mencari sarapan. Kata Ria biasanya sudah banyak yang jual. Bukan Ria ga suka masak. Dia kangen aja sama sarapan yang dijual di sekitar rumahnya. Ya kami pun keliling. Anggap aja sekalian olah raga pagi. Tidak ada masalah selama jalan. Pulangnya baru masalah nih Baru sampai di depan pagar rumah Ria. Tiba tiba saja gue dipeluk dari belakang. Sepertinya cewek. Tapi bukan Ria. Kan Ria di samping gue. Tangan nih cewek kotor. Baunya lumayan menusuk hidung. Sepertinya cewek gila kemarin. Gue : Kebangetan lu tor. Author : Kenapa? Gue : Masa gue dihattrikin dipeluk cewek dari belakang. Mana yang ketiga cewek gila pula. Gimana sih lu tor? Author : Emang itu skenario ceritanya. Buset dah ini otor enak aja lepas tanggung jawab. Gue sumpahin tangan Otor sakit. Author : Lu mau cerita lu mandek. Gue : Ga jadi deh tor. Sumpahnya. Ok lanjut lagi cerita. Jadilah gue hattrick dipeluk cewek dari belakang. Kalau ceweknya Ria. Gue rela. Ini cewek tidak dikenal waktu meluk gue. Sekarang yang 2 itu udah kenal sih. Kakak ipar gue sekarang keduanya Kak Linda dan Kak Mona. Nah ini yang ketiga jadi masalah. Cewek gila lho. Tapi cewek ini tiba tiba berkata. Bang Tiger. Aku kangen. Akhirnya Bang Tiger datang jemput aku. kata tuh cewek. Benar deh ini Kak Julia. Seorang pria setengah baya berlari ke arah kami. Dia berusaha membantu gue melepaskan pelukan Kak Julia. Awalnya dia minta maaf karena mengira Kak Julia mengganggu gue. Ayah Bunda dan Bang Herkules pun keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi. Tetangga pun ikut melihat. Tapi Kak Julia tidak mau melepaskan pelukan. Malah dia berteriak kencang. Ini Bang Tiger gue. Akhirnya dia datang jemput gue. Ayah harus restui kami menikah. teriak Kak Julia. Waduh ini lebih heboh dibanding Kak Linda dan Kak Mona dulu. Ria hanya senyum nyengir kali ini. Dia tidak marah seperti kejadian Kak Mona. Soalnya dia tahu ini korban Bang Tiger lagi. Tuh bokap Kak Julia mulai marah. Gue dan Bang Tiger sudah tidur bareng. Saya miliknya. Dia milik saya. Dia yang merawani saya. teriak Kak Julia. Waduh bisa tambah runyam nih. Bakalan banyak yang salah paham. Benarkan. Bokap Kak Julia marah. Hampir gue ditinjunya. Belum lagi Ayah dan Bang Herkules juga marah. Dikira gue playboy. Suka mempernainkan wanita. Kak Julia korbannya. Terus target gue sekarang Ria. Pasti itu pikiran mereka sekarang. Gue dan Ria minta mereka tenang dulu. Biar bisa bicara baek baek. Kak Julia akhirnya bisa ditenangkan dan melepas pelukannya. Setelah itu dia langsung pulang. Mau mandi dan berias dulu katanya. Wew tiba tiba jadi waras. Efek ketemu gue yang mirip Bang Iger kali. Kami pun masuk ke rumah Ria. Maklum ga mau jadi tontonan warga. Meski warga masih melihat dari luar. Masih penasaran. Masih kepo. Juga agar bisa bicara baek baek. Jadi lu Tiger yang merawani anak gue? Sampai anak gue nolak dijodohkan dan stress. kata Bokap Julia. Belum sempat gue menjawab. Jangan macam macam sama adik gue Ria. Gue hajar lu. kata Bang Herkules. Lu bermaksud mempermainkan anak gue? Gue kubur lu hidup hidup. ancam Ayah. Waduh berabe deh urusannya. Gue dan Ria saling bertatapan sejenak. Sekarang giliran gue bicara. Biar salah paham berhenti. Gue bukan Tiger. Gue Roni. Nih KTP gue. kata gue sambil menyodorkan KTP pada Bokap Kak Julia. KTP bisa dipalsukan. balas Bokap Julia. Gue keluarin HP. Terus gue perlihatkan foto trio. HP diambil Bokap Julia. Karena penasaran Ayah juga ambil tuh HP setelah dikembalikan oleh Bokap Julia. Melihat sebentar. Dahi Ayah mengernyit. Bang Herkules segera menghampiri untuk melihat layar HP. Ria. Tolong ambilkan kacamata Ayah. Kayaknya mata Ayah error nih. Masa calonnu jadi berbayang 3 di HP. kata Ayah. Rupanya Ayah mengira matanya error gara gara melihat foto kembar 3. Dak perlu Ayah. Itu memang kembar 3. Bukan berbayang 3. jelas Ria. Nah barulah mereka paham gue kembar 3. Gue jelaskan yang di kanan Bang Tiger. Yang tengah Bang Lion. Yang kiri gue. Maaf jadi kamu adik Tiger. Maaf salah orang. kata Bokap Julia meminta maaf. Kami juga minta maaf menuduhmu yang tidak tidak. ucap Ayah. Masalah salah paham selesai. Masalah berikut muncul. Bisa kamu panggil Tiger ke sini? Dia harus tanggung jawab atas putriku. tuntut Bokap Julia. Ini dia masalahnya. Ga mungkin gue suruh langsung Bang Tiger ke sini. Tapi dia harus tanggung jawab. Sesuai kata Babe. Berani berbuat mesti berani bertanggung jawab. Akhirnya gue dapat ide. Gue minta ijin keluar ruangan. Untuk nelepon Babe. Telepon tersambung. Gue : Hallo Be Babe : Hallo juga. Enak di sana? Gue : Mayan Be. Gue mau minta tolong. Antarkan 2 paket seserahan lamaran ke rumah Ria Be. Babe : Wew Ajib mau ngelamar 2 sekaligus lu. Siapa madunya? Adik Ria? Sepupu Ria? Atau tetangga Ria? Buset nih Babe asal nyerocos tanpa rem. Malas gue ladeni. Karena bakal tetap kalah. Gue : Antarin aja. Sekalian ajak Nyak dan Bang Iger. Dan.... Belum selesai gue ngomong. Babe sudah motong. Kebiasaan nih Babe kalau gue lagi ngomong. Babe : Ngapain bawa Tiger? Lu mau minta saran berbuat adil sama bini 2 ya? Ini Babe emang kebangetan. Sama gue doang. Kalau sama yang laen mah baek. Tambah malas gue ladeni. Gue : Ajak juga Kak Linda dan Kak Mona. Babe : Oh mau minta ngajarin bersikap berbagi laki ke bini lu dan madunya bini lu ya? Makan hati. Bener bener makan ati. Nih Babe kalau ngomong sama gue. Gue mesti nahan emosi. Gue : Cepatan ya Be. Ditunggu. Babe : Ga bisa cepat cepat juga. Mesti nunggu toko buka. Nanti menjelang tengah hari kami sampai. Gue : Ok gue share location pake WA ya. Gue matikan HP. Kemudian share location gue. Masuk kembali ke dalam. Hendak berbincang sambil menunggu rombongan Babe. Berangkat aja belom udah ditungguin. Bokap Julia pun bercerita. Awal gilanya Julia emang salah dia juga. Waktu Julia pulang lebih dari setahun lalu. Bokap Julia jodohin anaknya sama anak temannya. Dia menutup akses Julia keluar. Pantesan Julia menghilang batin gue. HP nya di buang beserta kartu nya. Julia dikurung tidak boleh keluar rumah. Pokoknya baru boleh keluar sampe dia terima perjodohan. Waktu keluarga tuh pria ngelamar. Julia ngaku udah tidak perawan. Keluarga pria tersebut mikir mikir dulu. Kemudian Julia mulai bertindak seperti orang gila. Keluarga pria tersebut langsung mundur total. Siapa juga yang mau nikahin orang gila. Sudah tidak perawan pula. Jangan jangan hamil anak orang pula. Makanya tuh pria kabur langkah seribu. Tinggallah Julia dan keluarganya dengan kondisi seperti sekarang. Lagi asik bercerita. Julia masuk. Mengucapkan selamat pagi kepada semua. Pakaiannya sudah ganti. Bagus dan bersih. Rambutnya sudah ditata rapi. Wew cantik mendekati foto di hp Bang Iger. Dia pun kemudian duduk dengan tenang. Bokapnya terdiam tanpa berkata. Hanya memandang heran. Julia : Bang Tiger jemput Julia kan? Gue : Gue bukan Tiger. Tapi adiknya Roni. Julia : Oh si Keket itu ya. Eh buset dia tau panggilan gue di rumah gue. Julia : Abang lu sering cerita sama gue. Kami udah mau nikah saat itu. Tapi belum terlaksana gara gara keluarga gue. Julia bercerita pengalamannya dikurung. Ternyata dia pura pura gila. Demi menghindari perjodohan. Bokapnya diam antara marah dan sedih. Sekarang semua menatap bokap Julia. Kok masih ada bokap seperti ini. Bokap Julia meminta maaf dan berjanji merestui apapun pilihan Julia. Pembicaraan kami alihkan ke hal lain. Gue dan Ria juga permisi sebentar. Mau sarapan pagi dulu dong. Udah dibeli belum sempat makan. Bahkan masih dipegang di tangan. Kayak megang harta penting aja. Padahal cuman makanan. Setelah itu baru berbincang lagi. Sambil menunggu kedatangan rombongan Babe. ### Kita lanjut bab berikut. Pertempuran eh Pernikahan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN