Aku Bukan Pezina

1495 Kata

"Siapa sih, ini?" Sementara aku memegang map dan bolpoin mencatat nama latin tumbuhan yang berjejer di depan, seseorang menutup mata dengan dua tapak tangannya dari belakang. Aku sebenarnya mengenal bau maskulin yang berasal dari tubuhnya. Tubuh pria yang selalu kurindukan setiap waktu. "Coba tebak!" Fay bicara dengan mengecilkan suara menyerupai perempuan. Aku tertawa karenanya. "Kalau bener dikasih apa?" candaku yang senang, akhirnya setelah seminggu tak bertemu, ia datang memberi kejutan. "Semua yang Mbak mau, cintaku, uangku juga tubuhku. Ambil saja!" Tawaku seketika reda. Kulepas tangan Fay dari mataku. Kutatap tajam ke arah pria itu. "Tubuh?" Fay menaikkan satu sudut bibirnya. "Apa lagi? Bahkan demi kamu kakak rela mati." "Nggak lucu!" Aku melewatinya. Mencari tanaman lai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN