Akhirnya Aku Harus Jujur

1047 Kata

Mau tambah?" Fay bertanya, tangannya memangku kepala di atas meja. Aku menggeleng. "Udah kenyang Kakak Sayang." "Masa makan dikit udah kenyang?" "Ini semangkok lho, bakso pula. Ish ... kasian perut nih, terlalu berat makannya." Kuputar tangan mengusap perut, memperlihatkan pada Fay betapa kenyangnya aku. "Biasanya aku gak pernah lho nyiksa perut gini. Demi Kakak, kujadwal makan beginian," sambungku lagi sambil menyeruput air putih hangat dalam gelas. "Emang biasa makan apa?" "Yang sehat lah, sayur, buah ...." "Cokelat." Fay menyela, sambil memiringkan senyum. "Percuma makan sehat kalau doyan ngemil cokelat." Tangannya mengaduk-ngaduk es teh dalam gelas. "Kan ngemilnya gak terus-terusan," bantahku. "Serius, deh. Aku punya pencernaan sensitif. Pernah dulu tiap hari makan bakmie sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN