Putuskan Dia

1661 Kata

Zena diam tak bergerak, matanya terus terpaku beberapa saat pada Rey yang masih berdiri dengan santai di depan sana. "Oke, aku yang masuk." Pintu terbuka. Dengan langkah tegap Rey mendekat membuat bayangannya yang besar yang disinari cahaya showcase menelannya. "Mau apa lagi kamu?" Zena berucap dengan dingin masih duduk di kursi dengan meja bundar di depannya. Rey yang awalnya menatap Zena mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru. "Tokonya kecil," komentarnya. Zena menaikan alisnya menatap tak peduli. "Mau aku perbesar?" Tak ada tanggapan dari Zena. Sementara Rey melangkah ke arah etalase kue lalu memperhatikan beberapa kue yang masih terpajang. "Kuenya cantik, seperti kamu." Rey kembali menoleh dan melangkah ke arah Zena. "Tidak! Kamu lebih cantik," ralatnya. "Jangan basa- bas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN