"Aku masih punya banyak cara yang akan buat kamu kembali, Baby." Zena menggigiti kukunya, kebiasaan yang dia lakukan jika dia gugup. Ini benar-benar permainan Rey. "Aku setuju ketemu sekarang," putus Zena dengan jantung yang berdebar kencang, nada suaranya pun mencicit kecil saking takutnya dia. Zena mematikan teleponnya lalu beranjak dari duduknya. Menatap ke enam karyawannya yang menatapnya dengan harap- harap cemas. "Kalian berdoa saja semoga kita gak kehilangan toko ini." Ke-enam karyawan Zena mengangguk. "Ibu mau kemana?" "Aku mau berusaha mempertahankan toko kita." Zena meraih tasnya dan segera pergi. ..... Zena menatap rumah besar di depannya. Rumah yang Rey katakan tempat yang harus dia datangi untuk bertemu dengannya. Zena meremas tali tasnya dan melangkah keluar dari

