Zena termenung menatap etalase kue di depannya. Kue- kue pesanan yang sudah siap, sementara mereka justru membatalkan pesanan dan meminta pengembalian uang. Zena juga harus mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk memberikan ganti rugi pada mereka yang mendatangi toko secara langsung dan berkata kue- kuenya beracun dan berjamur. "Bu udah sore, kita pulang dulu." Ucapan Moli mengakhiri lamunan Zena. Zena menoleh dan menemukan Moli, Hasan, dan empat karyawan baru yang baru beberapa hari dia pekerjakan, dan sepertinya dia harus memberhentikan mereka jika kondisi tidak membaik. Zena mengusap wajahnya kasar. "Ya, kalian boleh pulang." Jika biasanya mereka tutup pukul 8 malam, kini baru pukul 5 sore mereka sudah meminta pulang. Lagi pula sejak pagi tak ada pembeli. Moli dan Hasan saling p

