Apakah seharusnya aku potong kedua tangannya. Tentu saja agar dia tidak berani lagi menyentuhmu. Rentetan pesan dari Rey terus berputar di kepala Zena. Jika benar ini ulah Rey, maka Zena harus berhati-hati. Karena itu artinya ucapan Rey bukan omong kosong belaka. Dan apa yang terjadi pada Dimas bukan hal kecil yang bisa di angap remeh. Satu tangannya mengalami patah tulang. Beruntung Rey tidak memotong tangan Dimas. Jika tidak, bagaimana dengan masa depan Dimas. Zena mengepalkan tangannya. Rey sengaja melakukan ini hanya untuk menunjukkan kekuasaannya. Agar dia tunduk padanya. Pria itu gila, entah apa yang terjadi padanya hingga kini tindakannya selalu tak terduga. Zena menggeleng cepat. "Enggak! Sejak dulu Rey memang gila." Kalu tidak bagaimana mungkin dia merekam kegiatan bercinta

