“Aku?” Aaron menggelengkan kepalanya. “Tidak… Tidak…! Kenapa juga Emily menjadi penyebab kematianku?!” batinnya Sedang Abigail merasakan perasaan aneh pada dirinya. Seolah perasaan tak rela untuk kehilangan Aaron. Namun ia segera menampiknya. “Kenapa juga aku khawatir? Toh bagus, kalau dia mati.” Ucapnya dalam hati Keadaan menjadi sangat hening. Kedua orang itu sama- sama diam. Mereka tengah bertarung dengan semua hal yang ada di kepala masing- masing. Hingga akhirnya Aaron bangkit dan kembali mencium kening Abigail lekat. “Tak usah dipikirkan. Kita tidur saja,” Dan malam itu, Aaron memeluk Abigail lebih erat dari biasanya tanpa mengatakan apapun. Namun kekhawatiran memenuhi wajah tampannya. “Bukan. Pasti bukan aku,” gumam Aaron dalam tidurnya *** Cahaya mentari pagi membuat mata

