bc

DiRanjang 2 Pejantan Tangguh

book_age18+
2.8K
IKUTI
19.3K
BACA
revenge
sex
counterattack
manipulative
brave
mystery
betrayal
punishment
passionate
substitute
like
intro-logo
Uraian

WARNING 21+ !!!

(BANYAK ADEGAN DEWASA!.)

Abigail, si cegil yang sengaja masuk ke Mansion Biltmore dengan tujuan untuk membalas dendam akan kematian saudara kembarnya, Emily.

Dalam aksi balas dendamnya itu ia di haruskan untuk berpura- pura menjadi Emily yang merupakan istri dari Aaron Blade Anderson untuk mencari tau kebenaran akan penyebab kematian saudara kembarnya itu. Aaron adalah seorang putra bungsu di kelurga Anderson yang juga merupakan CEO tampan di perusahaan ‘Anderson Holding Company’. Dan keluarga Anderson adalah keluarga bangsawan paling terpandang di Eropa.

Abigail bertekad untuk membunuh Aaron beserta keluarganya untuk membalas kematian Emily. Namun perhatian dan ketulusan cinta Aaron membuatnya sedikit goyah. Hingga membuat pacar mafianya (Jeff Jourell Rikkard) harus menyusulnya ke Eropa untuk mengingatkan akan tujuan utamanya masuk ke dalam keluarga Anderson, yaitu untuk menghancurkan mereka. Bukan malah menjadi bagian dari keluarga mereka.

Hal itu membuat Abigail harus berada di antara dua pilihan yang sulit. Pilihan untuk terus bersama Jeff atau memulai hidup baru bersama Aaron.

Jadi pilihan manakah yang akan Abigail ambil? Akankah ia berhasil menemukan siapa pembunuh Emily atau malah harus merelakan kematian saudara kembarnya agar bisa bersama dengan Aaron?

Mari saksikan kisah selengkapnya!

chap-preview
Pratinjau gratis
Kematian Emily
Menjadi kekasih Jeff Jourell Rikkard seorang Bos Mafia besar di Amerika bukanlah hal mudah. Demi agar mendapat uang untuk membeli barang- barang mewah yang di inginkannya, Abigail harus rela memuaskan nafsu sang kekasih terlebih dahulu. Imajinasi kekasihnya yang terlalu liar kadang membuat gadis itu kewalahan. Tak jarang ia harus mendapat banyak luka ditubuhnya karena fantasi liar Jeff dalam bercinta begitu tinggi Tali, borgol, choker, ball gag mouth, cambuk dan beberapa mainan dewasa lain tersimpan rapi dibawah tempat tidur siap untuk digunakan. Tidak benar- benar menyakitkan sebenarnya, Abigail justru sangat menyukainya. Sensasi saat Jeff melecutkan cambuk ke tubuhnya bisa membuat libidonya naik. “b******k! Jackob sialan!. Beraninya dia menghianatiku. Akan kuledakkan kepalanya dalam waktu dua puluh empat jam,” keluh Jeff saat mendapati salah satu kaki tangan kepercayaannya membawa kabur uang dua ratus juta dollar Amerika hasil transaksi penjualan ganja mereka. Kepalanya semakin pusing saat melihat notif di ponselnya. Seseorang baru saja menggesek kartu kreditnya senilai tiga koma delapan juta dollar Amerika atau setara dengan lima puluh tiga milyar rupiah. Lokasi transaksi berada di jajaran toko mewah di Madison Avenue, Upper East Side, Manhattan. Kepalanya berkedut, “ABIGAIL! Berapa banyak lagi yang harus kuhabiskan untuk gadis ini. Apa dia tidak tau betapa sulitnya mencari uang?” keluh Jeff. Terkadang lelaki itu menyesali keputusannya untuk mengencani Abigail. Kekasih cantiknya itu merupakan penggila tas mewah dan bisa menghabiskan puluhan juta dollar Amerika hanya untuk memenuhi semua koleksinya. Tapi bagaimana lagi, Jeff tak mungkin bisa melepaskan gadis itu sekarang. Ia sangat mencintai Abigail. Ia bahkan menggila hanya karna melihat Abigail berbincang dengan lelaki lain. Seperti yang terjadi malam ini. Jeff berlari keluar mobil saat melihat lelaki di depan sana tengah mencoba mencium kekasihnya itu ‘BUGHH!’ “b******k! Berani sekali kau mencium kekasihku,” Jeff memukul keras pemuda itu dan dengan cepat menyeret Abigail masuk ke dalam mobil. “Siapa pria itu?” bentak Jeff keras Satu tangannya mencengkram kuat leher Abigail membuat gadis itu kesulitan bernafas. Sedang tangan lainnya memutar kemudi dan melajukan mobilnya ke sebuah taman gelap di sekitar Manhattan Bridge yang terlihat cantik dengan kemerlap lampu di malam hari. Dengan cepat ia mengeluarkan borgol dan mengunci tangan Abigail dengan pegangan mobil. Jeff menggemeretakkan gigi menahan amarah dan kembali mencengkram leher gadis itu dengan kuat. “Kutanya siapa pria itu?” tegasnya sekali lagi Tak ada ketakutan dalam raut wajah Abigail, gadis itu justru terlihat menikmatinya. “Apa sedang ada masalah dalam bisnismu Honey? Ahh,” rintihnya Suara lembut yang di akhiri dengan desahan itu membuat libido Jeff meninggi. Tanpa berlama- lama tangannya dengan cepat menanggalkan semua pakaian Abigail membuat tubuh polos gadis itu terekpos nyata. Terlihat sangat menggiurkan. Perlahan Jeff menyalakan lilin yang ia ambil dari jok belakang mobilnya berikut beberapa benda lain seperti choker dan cambuk merah yang sering di gunakannya. Sedikit demi sedikit lelehan lilin menetes ketubuh polos Abigail membuat gadis itu menggelinjang “Sial. Aku benci hal yang meninggalkan bekas, tapi semua permainanmu selalu meninggalkan bekas yang tak bisa hilang dalam sehari Honey,” keluh Abigail Mata gadis itu terpejam menikmati sensasi terbakar dikulitnya. Tak bisa dijelaskan namun Abigail menyukai sensasi menyakitkan dalam tubuhnya Senyuman Jeff semakin mengembang. Kini ia sudah melupakan kekesalannya pada Jackob dan meraih cambuk merah di dekatnya. Dengan perlahan pria itu mulai mencambuki tubuh Abigail menyisakan guratan berwarna kemerahan disekujur tubuh kekasihnya. Jeff semakin menggila dan mencambuk dengan lebih bersemangat membuat Abigail menjerit keras, “Maafkan aku Honey. Lelaki itu hanya seorang pelayan toko di tempatku berbelanja. Aku sama sekali tidak mengenalnya. Dia memang tampan tapi tidak lebih tampan darimu sayang,” jelas Abigail memohon pengampunan Jeff benar- benar menghukumnya. Dan sekarang ia sudah kewalahan. “Benarkah kau tak mengenalnya?” Jeff mencengkram kuat dagu Abigail menampakkan paras cantik kekasihnya. Kulit putih, hidung mancung, dan bulu mata lentik tertata begitu sempurna. Tuhan pasti membuatnya dengan sangat berhati- hati Jeff perlahan melepas borgol di tangan Abigail membuat gadis itu langsung ambruk ke dalam pelukannya. Ia memeluk lekat tubuh polos Abigail dan menciumnya lalu meninggalkan tanda di ceruk leher gadis itu. Jeff sudah tidak dapat lagi berfikir jernih dan jantungnya berdetak begitu kencang. Abigail tidak diam. Jari jemarinya yang ramping mengusap perut kotak Jeff membangunkan milik lelaki itu. Ia mencium lembut bibir tebal Jeff dan malam itu mereka lalui dengan sangat panas. Kedua orang itu tertidur kelelahan setelah aktivitas panjang yang mereka lewati semalaman. Guratan merah memenuhi tubuh Abigail membuatnya meringis kesakitan saat tubuh kekar Jeff menggesek lukanya. Saat menggeser tubuhnya, tangan berotot Jeff yang melingkar di perut Abigail membuatnya berhenti. Lalu ia hanya berbalik menatap lelaki yang tengah mengungkungnya itu “Lelaki sialan ini. Kenapa aku tidak bisa meninggalkannya padahal dia sering menyiksaku sampai seperti ini?” lirihnya sembari mencubit pipi Jeff dengan gemas Sinar mentari pagi menerobos masuk ke dalam celah jendela mobil menyinari paras tampan Jeff. Benar- benar pahatan yang sempurna. Perpaduan wajah dan tubuhnya tiada yang bisa menandingi. Terpaku menatap lekat paras tampan kekasihnya membuat Abigail tak menyadari jika lelaki itu tengah tersenyum padanya. “Tentu saja. Karena hanya aku lelaki di dunia ini yang sangat mencintaimu. Hanya aku juga yang bisa memuaskanmu,” canda Jeff menjawab pertanyaan Abigail dengan suara berat khas seseorang yang baru bangun tidur. Terdengar begitu sexy Gadis itu terkesiap, “Ya Honey. Hanya kau yang bisa memuaskanku. Puaskan aku lagi Jeff.” Abigail beranjak dengan tubuh polosnya bersiap untuk kembali bergumul dengan kekasih tampannya. ‘Tringgg…. Tringgg… You Have a Message Beauty’ Ringtone dari ponsel Abigail menghentikan rencana panas mereka. Wajah cantik gadis itu memucat. Notif itu bukan berasal dari ponsel yang selalu ia gunakan untuk berbelanja barang mewah. Melainkan berasal dari ponsel kuno dimana nomor di ponsel itu hanya dimiliki oleh dua orang, yaitu Susan (Ibunya) dan Saudara Kembarnya, Emily. Abigail bergegas melihat isi pesan dari ponsel yang selalu ia bawa di dalam tasnya itu. ‘PULANGLAH!. Peluk Emily untuk terakhir kali sebelum dia di makamkan!’ Itulah bunyi pesan dari ibunya Seolah jantungnya ikut berhenti, air mata Abigail jatuh dan ia terisak. “Emily,… Apa yang terjadi padamu Sweetie?” ucapnya lirih Abigail menangis tersedu di pelukan Jeff. Lelaki itu tertegun. Ini kali pertamanya melihat Abigail menangis begitu keras, bahkan lebih keras dari saat kekasihnya itu gagal mendapat tas limited edition dari brand Gucci yang sangat di inginkannya. Setelah berpakaian lengkap, Jeff bergegas mengurus penerbangan mereka ke Magnolia Spring, Alabama, Amerika. Sebuah kota kecil dipinggiran Amerika yang dipenuhi pohon ek dan bunga- bunga azalea di sisi kanan dan kiri jalan seolah membentuk kanopi memayungi setiap orang yang tengah berkendara di bawahnya. Magnolia Spring adalah satu-satunya kota di Amerika yang masih melayani pengiriman surat dengan perahu. Kota kecil yang begitu indah dengan segala romantismenya. Membutuhkan waktu empat jam penerbangan dari New York City tak membuat Abigail memejamkan matanya sedetikpun. Gadis itu terlihat sangat cemas dan kacau. Bahkan ia tampak jauh lebih cemas saat pesawat mendarat di kota kelahirannya itu. “Indah sekali. Kota ini sangat indah,” gumam Jeff saat melihat pemandangan kota dari dalam taxi berwarna kuning yang mereka tumpangi. Mungkin dari sinilah Abigail mendapat sisi romantis di balik sikap liarnya itu, pikir Jeff. Sesampainya di rumah berdinding putih dengan pagar kayu kecil untuk membingkai taman yang dipenuhi mawar, alamanda kuning dan berbagai tumbuhan lain itu, Abigail bergegas keluar mobil dan berlari masuk ke dalam rumah. Tidak ada seorang pun disana, hanya ada Susan yang terduduk lemas di sofa di pojokan ruangan. “Mom…,” panggilnya. Abigail memeluk erat ibunya. Wanita tua itu masih terlihat sangat cantik di usianya yang sudah menginjak enam puluh tahun. Susan adalah wanita kuat berhati lembut yang berhasil membesarkan kedua putri kembarnya tanpa kehadiran seorang pria di sisinya. Pernah melakukan kesalahan di usia muda dengan menjadi selingkuhan seorang bos besar pemilik salah satu perusahaan kenamaan di Amerika tak membuatnya menjadi wanita jalang. Susan memutuskan untuk pindah ke Magnolia Spring saat kekasihnya itu memintanya untuk menggugurkan kandungannya. “Apa yang terjadi dengan Emily Mom. Kenapa dia bisa ada di sana?” tanya Abigail menelik penyebab kematian adiknya. Ujung jarinya menunjuk sebuah peti mati di tengah ruangan yang dipenuhi lili putih kesukaan Emily “Emily,… Dia mengalami kecelakaan mobil saat akan kesini,” Wanita tua itu kembali terisak Walau memiliki paras yang sama persis. Abigail dan Emily memiliki watak yang sangat bertolak belakang. Emily adalah gadis periang dengan sikap yang manis membuat para pria menyukainya. Sedang Abigail adalah gadis egois yang luar biasa keras kepala. Namun para lelaki juga menyukainya karena sikapnya yang liar dan pakaiannya yang sexy Tapi anehnya hari ini Abigail mengenakan pakaian yang luar biasa tertutup. Entah apa yang dia coba tutupi. Perlahan Abigail membuka peti mati itu dan memberikan pelukan terakhirnya untuk sang adik. Ya, Abigail lahir tiga menit lebih awal dari Emily karena itu ia selalu mengikrarkan jika dialah kakaknya dan selalu menuntut Emily untuk mengalah saat pembagian ayam goreng pedas manis favorit mereka semasa kecil.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
198.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.6K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
62.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook