Farhan merebahkan dirinya di sofa, tubuhnya begitu lelah dan kepalanya terasa berat. Ia memutuskan pulang ke rumah terlebih dahulu, karena kebetulan di rumah sakit sudah ada Amelia yang sudah bersedia menjaga Aisyah. Pria itu segera beranjak dari sofa dan masuk kedalam kamarnya untuk berganti pakaian. Namun, sekilas matanya tertuju pada kertas yang disimpan di meja tempat istrinya berias. Kertas itu memang sudah sering ia lihat, tapi ia anggap bukan hal penting. Entah kenapa untuk saat ini hatinya memaksa untuk membaca isi kertas tersebut. Farhan mengambilnya dan membuka kertas itu dengan perlahan. Ternyata isinya adalah sebuah memo dari Aisyah yang ditujukan untuk dirinya. Assalamualaikum. Mas, aku meneleponmu beberapa kali, namun tidak ada jawaban dan ponselmu berubah seketika menjad

