Farhan yang kini duduk di samping bed pasien terdiam memandangi wajah Aisyah dengan tatapan penuh harap. Sesekali ia mencium tangan Aisyah, membelai pucuk kepalanya dan mencium keningnya dengan lembut. Farhan tak hentinya mengenggam tangan Aisyah dan memandangi wajah Aisyah yang begitu cantik menurutnya. Tiba-tiba ponselnya bergetar, ia mengambilnya, lantas membaca sebuah notifikasi pesan dari sang ibu yang isinya bahwa ibu dan ayahnya berada di depan ruangan Aisyah. Farhan membungkukan badan untuk berbisik di telinga Aisyah. "Aisyah, Ibu dan Ayah datang kesini untuk menengokmu. Aku mohon bangunlah !" ucap Farhan yang mengusap lembut pucuk kepala Aisyah. Ia segera bangkit dan keluar dari ruangan untuk menemui Ibu dan ayahnya. Benar saja, mereka sudah berdiri tepat di depan pintu. "

