Penyesalan

1102 Kata

Annisa memandang sebuah jendela dari salah satu ruangan ICU di sebuah rumah sakit. Ia menatap lurus, terlihat wanita yang berbaring dengan lemah  di bed pasien. Tidak ada pergerakan dari tubuh wanita tersebut, yang ada hanya beberapa selang yang terpasang di tubuhnya. Di dalam cukup sunyi, hanya suara dari pasien monitor yang menunjukan garis-garis bergelombang, sebagai penunjuk kondisi pasien saat ini. Annisa menghela napas berat, ia memejamkan matanya untuk beberapa detik. Sungguh tak bisa di percaya, waktu dengan Aisyah berlalu begitu cepat. Seandainya saja dia tahu akan ada kecelakaan seperti ini, mungkin dia akan membiarkan Aisyah untuk tetap diam di rumah. Suara langkah kaki terdengar begitu cepat dari salah satu sudut, dan benar saja, Farhan datang dengan wajah yang terlihat san

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN