Perjalanan jauh di sudut kota terus Dareen lintasi tanpa tujuan. Ia tak tahu harus kemana lagi akan melajukan mobilnya. Otaknya serasa melepuh karena sudah banyak hal menjadi beban pikirannya akhir-akhir ini. Satu batang rokok untuk diisap mungkin bisa menenangkan pikirannya. Namun, nyatanya sudah beberapa puntung rokok telah ia buang sejak tadi. Pikiran Dareen seperti melayang-layang. Karena terlalu bingung, Dareen sampai tak bisa membedakan mana keputusan yang benar untuk diambil. Kematian mamanya sama sekali belum terungkap kebenarannya. Pekerjaan di kantor yang begitu melelahkan juga tak ada hentinya menghantui hari-hari Dareen. Kini, satu masalah lagi hinggap di kehidupannya. Ia terus memutar kilas balik obrolannya bersama Adelard dan Galen saat di rumah sakit tadi. "Lo bener. Pa

