17

1136 Kata

Aku tidak butuh pikir panjang untuk balas dendam, toh, orang yang mencelakakan kami juga tidak berpikir panjang ketika ingin melakukan kezaliman. Kak dani dan Kak Yanto seharusnya adalah 2 orang yang bisa mengayomi adiknya tapi mereka malah jadi alasan kesusahan hidup kami. Apakah adil jika terus-menerus membuat kami tersiksa sementara dia terus tertawa dan melenggang hidup bahagia, di antara dukungan orang tua dan uang yang tidak pernah dibatasi, dituruti tanpa dihalangi. Tidak bolehkah sesekali aku membalaskan dendam? Aku tahu itu dosa,tapi aku hanya ingin memberikan mereka pelajaran, semoga Tuhan mengampuniku. Setelah menidurkan Rima dan memantau Kak Dani yang terlihat pergi ke kebun dengan sepatu boot dan tasnya, aku segera beraksi untuk mempreteli kendaraan yang kerap dia gunakan, b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN