Bab 15 "Oh, jadi begitu cerita rumah tanggamu, Salma. Pahit benar hidupmu ya. Karena mempunyai suami dan mertua yang tidak memiliki hati. Kenapa tidak dari dulu, kamu mengatakan padaku? Padahal aku pernah bertanya padamu, tentang keadaan rumah tanggamu. Tapi kenapa, kamu selalu mengatakan semuanya baik-baik saja? Ternyata semuanya tidak sesuai, dengan apa yang kamu ucapkan," protes Mas Rian. "Salma, jadi benar, kalau kamu sudah memutuskan untuk berpisah dengan suamimu itu?" tanya Mas Rian. Iya bertanya tentang keputusanku. "Iya, Mas. Aku sudah membulatkan tekadku untuk berpisah darinya. Karena walaupun aku tetap bertahan pun percuma, hanya menambah luka hati dan perasaanku. Bahkan mungkin saja mentalku bisa kena, jika terus bersama dengan suami serta mertua yang dzolim." Aku membenarka

