Xi Juan memaksa Yuki menghadap ke arahnya. Menangkup kedua belah pipi Yuki dengan lembut dan menatap mata hazel Yuki dengan tegas. "Dengarkan ibu, sayang." Tegasnya. "Ibu dan ayah selalu menyayangi Yuki dan Yuwen. Bagi kami, Yuki dan Yuwen adalah malaikat kecil kami, sumber kebahagiaan kami. Jadi, jangan katakan hal itu lagi ya?" Yuki mengangguk patuh seolah terhipnotis oleh tatapan Xi Juan. "Sekarang katakan ke ibu, siapa yang mengatakan hal ini padamu? Apakah selama ini Yuki di hina oleh mereka? Katakan yang sejujurnya ke ibu kalau Yuki tidak ingin ibu menangis." Yuki menunduk takut dengan kedua tangan yang saling meremas. Melihat tingkah gadis kecil itu saja, Xi Juan sudah paham. Dalam diam ia berusaha meredam amarahnya. Jika ia tahu siapa yang menyakiti Yukinya jangan harap orang

