Bab 28

1047 Kata

Pukul setengah lima aku sudah bangun, sembari menunggu adzan subuh aku menanak nasi dan merebus air untuk menyeduh kopi kesukaan bapak dan juga aku sementara ibu tengah memotong nangka muda dan merebusnya ditungku kayu bakar, masakan sederhana yang selalu kurindui. Santan nangka muda, sambal goreng dan ikan asin, nikmat yang luar biasa. Hari ini masih mendung, walaupun hujan tidak lagi turun, namun ibu dan bapak libur kerja hari ini. "Bu, mas Wira ngajak rujuk, gimana menurut ibu?" Tanyaku meminta saran. "Lho istrinya Nay?" "Sudah ditalaknya." "Hah secepat itu?" Lantas kuceritakan kejadian yang menimpa mas Wira dan Mila. Akupun menceritakan tentang mas Dion yang akan menjadikan aku sebagai ibu sambung Dara. Aku selalu menceritakan sesuatu yang menurutku sangat penting dan membutuhkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN