Mataku membulat sempurna dengan penuturan Kak Yuda yang sangat mendadak ini. bagaimana tidak laki-laki yang dulu menyatakan cinta dan aku tolak sekarang datang melamarku tanpa basa-basi. Bapak tak kalah terlejut, lelaki cinta pertamaku itu garuk-garuk kepalanya yang tak gatal. Matanya melirik kearahku, seolah memberi pertanyaan. "Maaf pak, kalau saya terlalu terburu-buru, saya mencintai Naya dari Naya SMA, dulu Naya pernah saya minta untuk jadi pacar, namun dia menolak karena tidak mau pacaran dan akan fokus sekolah, sayapun bilang akan menunggu sampai dia tamat, namun ketika Naya tamat kuliah saya berniat melamar Kanaya, tapi apalah daya saya mendengar Kanaya sudah dipersunting orang, dengan patah hati saya kubur impian saya meminang Kanaya dan sampai sekarang saya belum bisa melupakan K

