Mereka berdua sangat terkejut melihatku ada diruangan pak Herman. Terlebih si gund*k itu. "Dek kok kmau disini, mas tadi pagi kerumah sakit kamu gak ada". "Sengaja mau kasih kejutan buat kalian". "Kejutan apa?" Tanyanya heran Aku hanya memutar bola mata malas, malas melihat dua penghianat itu. Sebelum mereka datang pak Herman sudah menyiapkan proyektor untuk memutar video yang aku kirim. Pasti mereka sangat terkejut. "Disini kejutannya". Kata pak Herman sambil menunjuk kearah layar. "Pulanglah Mil, aku akan cari istri dan anakku." Bentak mas Wira. "Gak mas, sebelum kamu berjanji akan menikahiku, biarlah mereka pergi atau mat* sekalian agar gak ada lagi pengganggu!" "Jaga ucapanmu Mil, aku tidak akan menikahimu". "Mas ini anakmu, dia harus punya ayah". "Aku tak yakin itu anakku"

