“Apa anda sadar dengan apa yang anda bicarakan pada saya, Dokter?” “Aku benar-benar sadar mengatakan ini. Ternyata aku sudah tergila-gila padamu sejak awal ....” “ Anda pikir saya percaya?” cibir Liora sambil mengangkat salah satu sudut bibirnya sinis. “Aku tahu aku selalu mengeluarkan kata-kata kasar padamu, tapi yang perlu kamu ketahui aku mengeluarkan kata-kata itu untuk menepis semua bayangan kamu, untuk menepis semua rasa yang aku rasakan setelah kejadian itu. Awalnya aku kira itu hanya rasa bersalah saja sehingga aku selalu terbayang-bayang aktivitas panas kita malam itu ....” “Hentikan! Saya tidak mau mendengar soal itu lagi.” “Bukan itu poinnya, Ra. Dengarkan aku dulu! Aku terus-terusan terbayang wajah kamu dan cuplikan aktivitas kita malam itu pun terputar jelas di ingatanku

